25 Jul 2010

Nene' Sulo "Hanya" Pembersih Mesjid

Menelusuri kembali setapak menuju taman di hati yang belakangan ini jarang ku jenguk. Rupanya rumput liar telah tumbuh di beberapa sisi setapaknya. Lempengan batu-batu yang kususun kemarin untuk mengeraskan permukaannya sudah hilang beberapa buah dan berganti dengan rumput liar yang tumbuh subur. Begitupun dengan pagar pembatas taman yang kemarin kokoh, kini sudah mulai lapuk. Tanaman yaang sebelumnya tumbuh subur karena tersiram dengan baik, tampak sebagian mulai meranggas dan mengering. Perjalanan hampir setahun telah mengikis keindahan taman hati dan menyisakan taman yang kering kerontang.

Adalah ramadhan yang sisa menghitung hari, merupakan moment yang sangat tepat untuk kembali menghiasi taman hati dengan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Menyambutnya dengan dengan sebaik-baik menyiapkan diri kita. Membenahi hati, lisan dan perbuatan kita. Merenungi kembali perjalanan kita satu tahun terakhir ini. Adakah kita sudah melakukannya dengan sebaik-baiknya atau hanya sebatas niat untuk berbuat baik tapi tidak pernah kesampaian.

Seringkali kita menghargai jasa seseorang dikaitkan dengan kebutuhan kita yang sifatnya sementara. Ketika dalam kondisi memerlukan kita sangat merasakan betapa berharganya bantuan seseorang. Namun seiring terpenuhinya kebutuhan tersebut, perlahan peran dan jasa-jasa orang telah membantu kita hilang dan mengabur, seiring munculnya kebutuhan baru.

Seorang yang telah berhasil, menganggap teman dan orang-orang disekelilingnya hanya sebagai batu loncatan, teman beraktifitas ataupun sebatas teman mengobrol perlahan-perlahan akan melupakan peran-peran dan jasa orang disekelilingnya seiring dengan berpindahnya dia ke fase kehidupan dan kebutuhan yang lain. Perbedaan suasana dan keadaan menjadi alasan yang paling membenarkan tindakannya. Di samping alasan harus konsisten dan rela berkorban demi cita-cita dan impian hidup yang harus diperjuangkan.

Realitas lain, kita begitu mudah untuk mengingat jasa dan peran seseorang yang berlatar belakang pendidikan tinggi, profesional di bidangnya ataupun tenar karena publikasi media. Namun terasa begitu sulit untuk menghadirkan kembali memori kita akan jasa-jasa kecil yang dilakukan oleh orang awam dan tidak tenar sebagai sebuah jasa berharga yang pantas untuk kita apresiasi.

Kawan, mari pandai menyisik dan menelusuri perjalanan hidup kita sampai hari ini. Sesungguhnya perjalanan tersebut di penuhi dengan jejak uluran tangan orang-orang disekitar kita yang boleh jadi kita anggap peran dan jasa mereka tidak penting. Ada banyak orang di sekeliling kita : suami, istri, sahabat, adik, kakak, guru, teman almamater, rekan kerja yang mungkin dalam pandangan kita tidak selalu berjasa. Namun sesungguhnya, entah besar atau kecil, mereka pasti pernah berjasa kita.
================================================
Tidak dapat di pungkiri,

Megah dan suksesnya sebuah pergelaran sebuah konser pertunjukan tidak terlepas dari butiran tetes keringat tenaga teknis mempersiapkan panggung konser, tak pandang panas terik ataupun mendung gerimis.

Suksesnya bantuan kemanusiaan dari berbagai belahan dunia oleh Tim Relawan Kemanusiaan Dunia untuk Gaza dalam menembus Blokade Israel tidak terlepas dari butiran tetes keringat tukang masak yang bergelut dengan asap kompor dan piring-piring kotor demi menyuplai kebutuhan makanan bergizi (nutritional needs) Tim relawan, meskipun sosok mereka mungking kurang populer dan terlupakan oleh media-media untuk wawancara keberhasilan Tim Relawan.

Dan juga, khusyuknya sholat berjamaah para jamaah Masjid Nurul Amin pada setiap waktu sholat tidak terlepas dari semangat keikhlasan dan kepahaman agama Nene' Sulo untuk selalu datang lebih awal di setiap waktu sholat, tertatih menyusuri jalanan kampung demi menyucikan Rumah Tuhan.

10 komentar:

  1. mendapat pencerahan di siang ini...:)

    BalasHapus
  2. gak nyangka bung becce bisa nulis serius ini. oh ya, lagu di headernyamo sayah :P

    BalasHapus
  3. orang2 yg sering tidak dianggap, tapi memiliki peran penting. Sampaikan salam hormat saya untuk Nenek SuLo. Semoga Alloh memberkahinya.
    Selamat menyambut Ramadhan Daeng Becce, smoga bisa menjadi pribadi yg lebih baik :)

    BalasHapus
  4. Nenek Sulo...
    jadi ingin berkaca pada diri sendiri...

    BalasHapus
  5. pasti Nenek Sulo masuk surga

    amiiiiiiin

    BalasHapus
  6. postingan yg sangt menarik sekli,,
    sungguh mulia'y seorang nenek sulo,,,

    BalasHapus
  7. cerita yg sangt menyentuh sekli nih,,
    salut bgt bwt nenek sulo,, dy tetap semangt ...

    BalasHapus
  8. postingan yg menghrukan sekli nih,,
    hebat bgt seorang nenek sulo wlpn sdah tua v dy tetap semngt dlm pkerjaan'y, mski dia seorang pembersih mesjid..

    BalasHapus
  9. cerita yh sangt menginspirasi sekli nih,,
    nenek sulo memang org yg solehah sekli...

    BalasHapus

Silahkan...silahkan...
jangan malu-malu...
1 komentar bung becce hargai 1000 rupiah....
komentar 1st, 2nd dan 3rd akan mendapatkan door prize
Jadi jangan lewatkan kesempatan berharga ini...

ha,ha,ha