26 Jun 2010

Limbi' dan Harga sebuah Bangsa


















Kamus Mangkassara':

Limbi' = Rp. 500
Pete'-pete' = Angkot
================================================

Meskipun sudah berlalu beberapa bulan lalu, namun masih terasa segar di ingatan bung becce. Saat itu, Makassar tengah HOT-HOT nya dengan adegan bola bundar panas tersenyum lebar di langit yang menjadi penyebab banjir keringat penumpang pete-pete 05 (rute kampus-cendrawasih), termasuk bung becce sendiri.

Tengah hari, panas, bau asap knalpot, bunyi mesin mobil, raungan motor, klakson angkot, debu, apek melebur jadi satu!!!

Owww...serasa mabok janda....>_<!!!!

Angkot berhenti sebelum perempatan lampu merah, tempat dimana biasanya penumpang banyak menyetop pete-pete. Namun apes nian nasib deng supir, penumpang yang di incar malah memilih naik mobil yang masih sedikit penumpangnya. Ya, iyalah mana ada penumpang mau naik di mobil angot yang sudah hampir sesak penumpang, banjir keringat, apek lagi.

Dan rupanya, deng supir penganut prinsip sejati "IKATAN SUPIR PETE_PETE MAKASSAR" dimana ayat 1 berbunyi....
"Penumpang adalah sumber utama setoran, 1 penumpang hilang, masih banyak penumpang lain"
pasal 2 berbunyi....
"Asalkan sabar menunggu, penumpang pasti muncul dari ujung lorong"
pasal 3...
"Kalau belum muncul, tunggu sebentar lagi"
pasal 4....
"Kuncinya adalah KESABARAN"

Dan memang sudah ditakdirkan, prinsip "IKATAN SUPIR PETE_PETE MAKASSAR" bertentangan dengan prinsip "IKATAN PENUMPANG PETE_PETE MAKASSAR" yang secara garis besar berisikan "Kami membayar bukan untuk duduk menunggu penumpang".

Tapi siang itu, mungkin karena penumpang sudah dehidrasi akhirnya pasrah pada prinsip sang supir. Menurut sajalah apa mau supir.

Namun ada yang tampak berbeda siang itu. Kebalikan dari keinginan supir pete-pete untuk lekas mendapatkan penumpang. Yang tampak seorang anak, laki-laki, siswa sekolah dasar tengah kepanasan menyetop pete-pete untuk angkutan pulang ke rumah. Sudah beberapa pete-pete yang di setop namun belum ada juga yang berhenti dan kemudian mengangkut anak itu.

Dengan sigap di menuju ke pete-pete tempatku duduk.
"Sudiang pak???" tanya si anak.
"Tidak sampai sana dek!!!" jawab sang supir

Si anak kemudian berlalu, menyetop angkutan pete-pete yang lain. Namun tampaknya belum berhasil. Dan akhirnya penumpang yang ditunggupun tak kunjung datang. Dan si supir segera cabut.

"Pak, tidak sampai Sudiang kah???" tanya si ibu yang duduk paling pojok belakang.
"Sampai ji' bu'" jawab pak supir.
"tapi, kita bilang tadi sama itu anak SD, tidak masuk sampai sudiang!!!" si mbak sampingku tiba-tiba menyahut.
"Malaski ambil anak sekolah bu'..Limbi' ji bayarna" si supir menjawab
"Baru setoran ke boz tinggi, belum lagi untuk makan anak istri!!! Beras sama minyak tambah naik bu'" tambah si supir

Semuanya diam, termasuk bung becce. Bingung mau berkomentar seperti apa.
Namun pasti di dalam hati kami masih memikirkan apakah ada angkutan pete-pete yang mengangkut anak sekolah tersebut sampai ke rumahnya???
Jawabanya, pasti ada. Tapi apakah setiap hari anak sekolah tersebut harus berpanas-panasan untuk menyetop angkutan pete-pete yang kemungkinan kecil bersedia mengangkut mereka dengan imbalan "LIMBI".

5 komentar:

  1. yup....
    kadang angkutan kota gitu agak males mengangkut anak-anak berseragam. sedih yaa
    harusnya memang ada Bus/ kendaraan umum khusus untuk anak sekolah.

    BalasHapus
  2. Waaaaaah PERTAMAX yaa

    Bung Becce nih kemana aja
    gak pernah nongol.

    sibuk ngurusin bisnisnya ya?

    ^_"

    BalasHapus
  3. tunggu dulu, limbi ama pete-pete itu apa ?

    doh dodol neh :D,

    memikirkan diri sendiri kali ya hehe

    BalasHapus
  4. nyebelin! edededed...bagaimana bisa berkah kerjanya kalo noko2 terus. mengeluh terus. demo terus baru ndak naperhatikanji penumpang. jd sopir meko terus sampai kakek2 lansia kwkwkkw

    hahahah...knp bisa emosi begini ya klo ingat pete2 ????kwkkwkw

    BalasHapus
  5. mbak elsa : iya mbak ini baru nulis lagi...
    inoel : adako' artinya di atas...he,he,he//dibaca dulu non.
    kak mayya : betul kak...harusnya maksimalkan dulu pelayanan baru nuntut...tapi sebaliknya...ho,ho,ho

    BalasHapus

Silahkan...silahkan...
jangan malu-malu...
1 komentar bung becce hargai 1000 rupiah....
komentar 1st, 2nd dan 3rd akan mendapatkan door prize
Jadi jangan lewatkan kesempatan berharga ini...

ha,ha,ha